Episode Episode Terjang Diri

Episode Episode Terjang Diri

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Wed, Aug 13, 2025
Kemala tidak percaya seseorang bisa jatuh cinta padanya di pandang pertama. Tinggi seratus enam lima, berat delapan puluh, jelas bukan pemeran utama di bayangan banyak orang. Jadi pilihannya cuman dua: kejar atau tak sama sekali. Sagara katanya punya masa lalu kelam tapi ia sendiri tak tahu itu nyata. Rentetan kejadian yang buat ia menarik diri dan berubah jadi sosok berbeda di dunia perkuliahan. Sagara bukan tak terbuka cinta, namun belum siap untuk buka masa lalunya. Cerita singkat bagaimana seseorang bisa menerima diri, menerima cinta, menerjang masa.
All Rights Reserved
#16
jatinangor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Be My Wife
  • The Dateline [END]
  • Silent Traces by the Sea
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines