We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Bait Luka-
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 27, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Setiap orang punya cerita, tapi tidak semua berakhir bahagia. Dalam setiap bait hidupnya, ia menyimpan luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Hingga suatu pertemuan membawanya pada pilihan: menutup buku masa lalu, atau menulis ulang akhir yang berbeda. Begitu pun dengan Lara. Ia bahkan sempat berharap hidupnya berhenti, agar bisa merasakan kebebasan atau terus bertahan tanpa tahu kapan akan pulang. Hingga akhirnya datang seorang "malaikat" yang mengubah harapannya untuk berhenti; sosok yang tak sengaja ia temui saat berada di titik terendah dalam hidupnya, seorang diri.
All Rights Reserved
#85
damar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

Zanuel Luca Korzh seorang anak bungsu dari keluarga terpandang di daerah kota ini. Namun, keistimewaannya membuat dirinya berbeda dari anggota keluarganya yang lain. Dia memang dingin, culun, cupu dan bau. Kalau keluarga besarnya mengatakan dia adalah keturunan yang gagal. Ia memiliki satu rahasia yang tidak pernah ada satupun keluarganya tahu, bahwa dirinya masih menyusu memakai dot bayi berwarna bening dengan puting silikon yang enak untuk di hisap baginya. Suatu hari semuanya mulai terkuak setelah cucu bungsu keluarganya itu mulai tinggal di rumahnya. Lantas apakah yang akan terjadi jika keluarganya tahu bahwa ia masih menyusu? Cover by Me with Ibis Paint

More details
WpActionLinkContent Guidelines