Kimora Leona Adiningrum baru saja kembali dari perantauannya di Korea Selatan-negeri yang selama ini ia kenal sebagai tempat mimpi dan ambisi tumbuh, namun juga menjadi ruang sunyi yang perlahan menguras rindunya. Kepulangannya ke desa kelahiran bukan sekadar pulang fisik, melainkan usaha untuk memulai hidup yang lebih tenang, dekat dengan keluarga, dan mengurai pikirannya yang kusut. Desa itu masih sama: pagi yang dingin, suara ayam jantan, dan jalan tanah yang menyimpan kenangan masa kecil. Kimora yakin hidupnya akan berjalan biasa saja, sampai sebuah kejutan datang tanpa aba-aba. Seorang laki-laki muncul kembali dalam hidupnya-sosok yang dulu dikenal sebagai kakel-nya saat SD, tetangga yang dulu hanya dianggap teman bermain, kini berubah menjadi pria dewasa dengan pesona yang sulit diabaikan. Pertemuan yang tak pernah Kimora rencanakan itu perlahan mengusik ketenangannya. Masa lalu yang sempat terkubur mulai bangkit, membawa perasaan asing yang tak ia pahami. Di antara aroma sawah, senja desa, dan tatapan laki-laki itu, Kimora mulai menyadari bahwa pulang bukan hanya tentang tempat-melainkan tentang seseorang yang menunggunya tanpa ia sadari. --- Baca selengkapnya.....
More details