CINDERELLA

CINDERELLA

  • WpView
    Reads 2,083
  • WpVote
    Votes 113
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 4, 2026
Lupakan sepatu kaca, peri penolong, atau kereta kencana yang muncul di tengah malam. Bagi Hala Pitaloka, dongeng hanyalah omong kosong untuk mereka yang lemah. Ia tahu benar bahwa kebaikan hati tidak akan mengisi perutnya yang lapar, dan perilaku santun tidak akan membawanya keluar dari kubangan kemiskinan yang mencekik. Hala Pitaloka bukan Cinderella yang menunggu pangeran bertekuk lutut karena cinta. Ia adalah wanita yang memilih jalan paling gelap untuk menjemput keajaibannya sendiri. Merangkak menaiki ranjang sang pewaris tunggal dari keluarga paling terpandang di negeri ini. Pria yang memiliki segalanya, ketampanan, harta, dan kekuasaan mutlak kini menjadi target utamanya untuk meraih puncak kejayaan. Di bawah remang lampu dan deru napas yang memburu, Hala mempertaruhkan satu-satunya aset yang ia miliki, dirinya sendiri. Meski tubuhnya gemetar hebat dan rasa takut menghantui setiap detak jantungnya yang berpacu kencang, ia tetap pasrah. Ia menyerahkan seluruh jiwanya pada laki-laki yang kini mendesah di atasnya, menukar harga dirinya dengan kemewahan yang selama ini hanya jadi impian. Ini adalah kisah tentang bagaimana seorang gadis jelata menjual harga dirinya demi menjatuhkan dunia di bawah kakinya. "Inget, Hala. Lo nggak cuma jual harga diri lo, tapi seluruh hidup lo ke gue."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prahara Lamaran [END]
  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Salah Status

[LENGKAP] Giana sudah bekerja di perusahaannya sekarang selama 4 tahun dan dia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menantang dirinya dengan bergabung ke perusahaan baru. Ia akhirnya mengajukan cuti untuk melakukan wawancara secara diam-diam. Tapi pekerjaannya semakin menggila dan tiba-tiba Giana dapat merasakan perubahan sikap dari atasannya, Arvin. Padahal dia hanya ingin menjalankan hari dengan tenang seperti biasanya untuk mempersiapkan diri menyelesaikan lamaran di tempat barunya itu. Iya, lamaran. Lamaran kerjaan kan? Tapi kenapa satu kantornya malah salah menyimpulkan jadi lamaran yang lain sih? Highest Ranking #1 out of 3.12K Metropop 07/01/2026 #1 out of 25.6K Chicklit 11/01/2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines