
Lupakan sepatu kaca, peri penolong, atau kereta kencana yang muncul di tengah malam. Bagi Seraphina Launa, dongeng hanyalah omong kosong untuk mereka yang lemah. Ia tahu benar bahwa kebaikan hati tidak akan mengisi perutnya yang lapar, dan perilaku santun tidak akan membawanya keluar dari kubangan kemiskinan yang mencekik. Seraphina Launa bukan Cinderella yang menunggu pangeran bertekuk lutut karena cinta. Ia adalah wanita yang memilih jalan paling gelap untuk menjemput keajaibannya sendiri. Merangkak menaiki ranjang sang pewaris tunggal dari keluarga paling terpandang di negeri ini. Pria yang memiliki segalanya, ketampanan, harta, dan kekuasaan mutlak kini menjadi target utamanya untuk meraih puncak kejayaan. Di bawah remang lampu dan deru napas yang memburu, Seraphina Launa mempertaruhkan satu-satunya aset yang ia miliki, dirinya sendiri. Meski tubuhnya gemetar hebat dan rasa takut menghantui setiap detak jantungnya yang berpacu kencang, ia tetap pasrah. Ia menyerahkan seluruh jiwanya pada laki-laki yang kini mendesah di atasnya, menukar harga dirinya dengan kemewahan yang selama ini hanya jadi impian. Ini adalah kisah tentang bagaimana seorang gadis jelata menjual harga dirinya demi menjatuhkan dunia di bawah kakinya. "Ambil takhtanya, Seraphina, dan serahkan jiwamu untuk kumiliki selamanya."Todos los derechos reservados
1 parte