GETIH LEGI
  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 15, 2025
Dara... Dara... Dara... Di mana kamu? Daraaaaaaaaa! Suara itu terdengar jelas di telingaku. Mereka mencariku. Raka... aku yakin itu suara Raka, di antara teriakan panik yang lain. Tapi... kenapa mereka tak bisa melihatku? Tak mendengar teriakanku? Seolah aku terperangkap di dimensi berbeda. Pandanganku mulai kabur... lalu perlahan, gelap. Di mana sebenarnya aku? "Penganten demit ojo digolekki!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CENAYANG (XingQiu)
  • TUMBAL PESANTREN
  • TAKDIR DIO HANIM ~ BL {Mpreg}
  • Sukma Lara [END]
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • Hah!Dukun?

Di bawah gemerlap gedung pencakar langit Shanghai, hantu-hantu modern tidak lagi bersembunyi di sumur tua, mereka bersembunyi di dalam lift, kabel fiber optik, hingga di balik jam tangan mewah. Qiu Dingjie hanya ingin hidup tenang sebagai penjaga toko barang antik milik Li Peien yang eksentrik. Namun, tubuhnya adalah "magnet" bagi roh-sebuah wadah murni yang membuat para hantu rela mengantre demi bisa curhat atau sekadar menumpang lewat. Hidup Dingjie yang berantakan menjadi makin kacau saat Eliot Huang, CEO arogan dengan aura panas yang mampu membakar hantu, datang membawa sebuah kutukan keluarga yang mematikan. Eliot butuh Dingjie untuk bicara dengan leluhurnya, dan Dingjie butuh aura Eliot agar hantu-hantu berhenti menjadikannya bantal guling. Satu kontrak kerja sama terjalin: Eliot menjadi "pelindung fisik" Dingjie, dan Dingjie menjadi "mata" bagi Eliot. Namun, saat rahasia masa kecil yang terkubur mulai terungkap bersama bantuan detektif Jiang Ocean, mereka menyadari bahwa hantu paling menyeramkan bukanlah mereka yang sudah mati, melainkan rahasia yang masih hidup. "Berhenti menyentuhku, Tuan Huang! Aku hanya butuh energimu, bukan lamaranmu!" "Diamlah, Dingjie. Roh di belakangmu bilang kau suka kalau aku menggenggam tanganmu seperti ini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines