
"Kalau kau masih belum bisa memaafkan mereka, setidaknya surat mereka kau simpan," pesan Trai. Arna masih berusaha melepaskan genggaman Trai. Matanya mulai berair, menahan luapan amarah yang tak pernah ia lampiaskan sembarangan. Arna, pemuda labil dengan segudang masa lalu yang penuh tekanan keluarga harus menghadapi kenyataan bahwa ia perlu menuntaskan apa yang ia mulai, walau tak penting untuk dirinya sendiri.Todos los derechos reservados