Half-Heart Princess & Great Warrior

Half-Heart Princess & Great Warrior

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 1, 2026
Ini adalah cerita fiksi sejarah. Semua adalah hasil pemikiran Author. Namun, Tokoh-tokoh disini terinspirasi oleh beberapa adek kelas saya yang tampil Dance 17 Agustus. Semua Kerajaan berkemungkinan ada di dunia nyata, namun ceritanya tetap fiksi. Di Pulau Jawa, tepatnya di Kerajaan 𝗧𝗮𝗿𝘂𝗺𝗮𝗻𝗲𝗴𝗮𝗿𝗮. Hidup seorang Putri yang terkenal akan kecantikan nya yang katanya dapat membuat tanaman berseri-seri. Sifatnya yang dingin, bijaksana, cerdas dan berwibawa membuat dirinya semakin menarik. Apalagi, dia anak Bangsawan. Namun, hatinya memiliki gembok berlapis-lapis. Dia selalu menolak semua lamaran, dari semua kalangan. Miskin sampai Kaya, Ramah sampai Serakah, Rakyat sampai Bangsawan. Semua dia tolak tanpa terkecuali, dengan cara yang kejam. Sementara di Pulau Kalimantan, tepatnya di Kerajaan 𝗞𝘂𝘁𝗮𝗶, ada seorang Prajurit. Aslinya, dia adalah bangsawan yang dimiskinkan. Karena ayahnya buta uang, dia menjual putranya sendiri. Lelaki itu selalu memimpin jika ada perang, dermawan dan rupawan. Ramah dan memiliki tutur kata yang sopan. Cerita tentang dua orang berbeda kasta, romansa kerajaan yang tak elegan tentang musim panas dan musim dingin. Start : 13 Agustus 2025 End :
All Rights Reserved
#80
zamandulu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • De Andere Weg (END)
  • Chasing Sanara
  • The Villain Mother
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • The Last Yes!
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Almost Married (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines