Office's Heartbeat

Office's Heartbeat

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 18, 2025
--- Blurb Bagi Faressa, bekerja di divisi keuangan hanyalah soal menyelesaikan laporan tepat waktu. Bagi Sena, memimpin tim berarti memastikan semua berjalan sempurna-tanpa toleransi pada kesalahan. Sayangnya, keduanya harus bertemu setiap hari. Saling sindir, saling menantang, dan... saling memikirkan diam-diam. Di balik tatapan tajam Sena yang membuat Faressa geregetan, ada perhatian kecil yang tidak pernah ia duga. Dan di balik sifat ceroboh Faressa yang membuat Sena pusing, ada sesuatu yang diam-diam membuatnya sulit melepaskan. Ketika angka-angka di laporan mulai berganti dengan debaran di hati, mereka tahu... hubungan ini tidak lagi sekadar urusan kantor. Antara teguran, tumpukan kerjaan, dan tatapan yang terlalu lama-bisakah mereka tetap profesional? ---
All Rights Reserved
#3
accounting
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Work Life, Love Balance (END)
  • Semestinya Cinta ( Selesai )
  • Tanda Seru
  • Half Of My Heart [END]
  • MANAGER KEUANGAN
  • THE REBELLOUSE!
  • Goodbye, Hello?
  • Spicy
  • Favorite Lecturer
  • Menuju Seperempat Abad

Siena Zahra tidak pernah menyangka keputusan impulsif untuk menemani sahabatnya--Raline, melakukan kopdar Tinder dengan identitas palsu akan berubah menjadi mimpi buruk yang merembet sampai ke kantor. Waktu itu, demi keamanan karena itu pengalaman pertama Raline dalam dunia dating apps, mereka sepakat memakai nama dan pekerjaan palsu. Pertemuan berlangsung canggung-apalagi karena Dipta, cowok Tinder itu, ikut membawa temannya, pria dengan tatapan dingin dan observan bernama Naresta Dirgantara. Siena tahu pria itu mencurigainya, tapi dia berpura-pura santai. Mereka pulang dan menganggap semua itu hanya pengalaman lucu yang tidak perlu diingat lagi. Dua minggu kemudian, hidup Siena jungkir balik. Perusahaan mengumumkan atasan baru di divisi Siena. Masuklah pria yang sama. Pria dari kopdar itu. Naresta Dirgantara. Dan tatapan lelaki itu tepat seperti dugaan Siena--dingin, menilai, sinis, seolah berkata "Aku tahu kamu penipu." Sejak hari pertama, Siena menjadi target perhatian Naresta dan bukan yang menyenangkan. Setiap laporan, rapat, hingga keputusan kecil pun selalu dipertanyakan. Seakan Naresta sengaja menjadikan masa lalu singkat itu sebagai alasan untuk meruntuhkan profesionalitas Siena.

More details
WpActionLinkContent Guidelines