Renith : A Tale From a Village

Renith : A Tale From a Village

  • WpView
    LECTURAS 122
  • WpVote
    Votos 35
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, nov 26, 2025
Di tengah hamparan sawah yang berkilau diterpa matahari sore dan udara desa yang beraroma tanah basah, seorang gadis kota tiba-tiba harus meninggalkan kenyamanan hidup lamanya. Terbiasa dengan gemerlap fasilitas dan ritme cepat perkotaan, ia mendapati dirinya berada di lingkungan yang jauh lebih sederhana, di mana suara jangkrik menggantikan bising lalu lintas, dan setiap orang mengenal nama satu sama lain. Hari-harinya mulai diwarnai oleh tradisi yang asing baginya, interaksi hangat yang terkadang terasa terlalu dekat, dan cara pandang hidup yang berbeda dari apa yang selama ini ia kenal. Namun, di balik kesunyian yang menenangkan itu, tersembunyi tantangan yang tak pernah ia bayangkan. Yaitu, pergulatan batin untuk berdamai dengan masa lalunya, menyesuaikan diri dengan nilai-nilai baru, dan menemukan kembali arah hidupnya. Kehidupan desa yang sederhana ternyata menyimpan pelajaran rumit tentang keberanian, kepercayaan, dan arti kebahagiaan yang sejati. Sesuatu yang perlahan akan mengubahnya, tanpa ia sadari.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido