The Moon

The Moon

  • WpView
    Reads 254
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 1, 2025
◍˃ᵕ˂◍ Alvaro's POV "Hai, gua Alvaro El Zavenone. Putra bungsu keluarga Zavenone. Hidup gua sempurna, gitu kata semua orang. Dan kayaknya, itu emang fakta. Hidup gua sesempurna itu sampai gua bingung, apalagi yang kurang? Dan gua ketemu jawabannya, gua gak punya cewek satupun. Bukan gak mau, tapi emang selama ini gua masih belum tertarik sama siapapun. Sampai pada umur gua yang ke 20 tahun, gua ketemu sama seorang gadis di SMA bokap gua. Walaupun menurut gua lumayan susah dideketin, gua tetep bertekad buat jadiin dia cewek gua. Namanya, Asha Aileen Nathania." Asha's POV "Hai, gue Asha Aileen Nathania. Siswi teladan SMA El Zavenone. Di kehidupan gue yang hancur dan berantakan ini, gue bertekad buat buktiin kedunia bahwa gue bisa jadi yang terbaik di masa depan. Gue selalu giat belajar, mengikuti segala organisasi, dan kerja paruh waktu. Nggak ada waktu buat gue mikirin percintaan. Sampai pada kelas XII awal, seseorang masuk ke kehidupan gue dan rubah segalanya. Walaupun begitu, gue nggak akan biarin rasa itu tumbuh. Gue bertekad jaga jarak dari kehidupan dia. Namanya, Alvaro El Zavenone." Akankah mereka berdua dapat memenangkan tekad yang mereka buat masing-masing? Ataukah mereka berdua gagal dalam tekad yang mereka buat? ◍˃ᵕ˂◍ ⚠️FOLLOW AKUN AUTHOR SEBELUM BACA⚠️ ⚠️DISARANKAN UNTUK USIA REMAJA⚠️ ⚠️DILARANG KERAS PLAGIAT CERITA⚠️ ‼️SELAMAT MEMBACA‼️
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines