Di Ujung Doa

Di Ujung Doa

  • WpView
    Membaca 517
  • WpVote
    Vote 50
  • WpPart
    Bab 24
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Mar 17, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
SPIN OFF KAILA UNTUK KEENAN . . . Ditinggal nikah oleh orang yang benar-benar kalian cintai adalah hal yang paling menyakitkan. Selama satu tahun setengah ia merantau ke Ibu Kota Indonesia, Jakarta, untuk melaksanakan koasnya. Dan dalam kurun waktu itu dijalani oleh Dewa dengan teramat berat. Laki-laki beragama Hindu itu menjalani hari seperti mayat hidup. Tidur dan makannya sama sekali tidak teratur. Entah karena kesibukan koasnya, atau karena dia telah kehilangan separuh jiwanya. Hingga ia dipertemukan dengan gadis yang sangat tangguh melawan ganasnya tumor. Dari situ pula Dewa mulai mengenal apa itu Islam. Tanpa ia sadari, perlahan ia kagum oleh gadis yang tetap melaksanakan ibadah di saat obat-obat keras tumor perlahan menggerogotinya. Yang awalnya iseng mencari tahu kenapa sholat itu wajib, membuat Dewa semakin terjun mengenali agama Islam dan semakin dalam mengenali gadis itu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#719
hospital
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Salah Status [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan