PELUKAN LUKA

PELUKAN LUKA

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 19, 2025
Pertemuan dua manusia yang tak disengaja membawa mereka pada kisah yang tak pernah mereka rencanakan. Kisah tentang kebahagiaan yang menghangatkan, juga luka yang membekas diam-diam. Renjana Amerta jatuh pada sosok Laksana Pranadipa, laki-laki tenang yang selalu hadir dengan perlakuan manis dan tawa yang menenangkan. la pikir, rasa itu cukup. Ia kira, luka mereka bisa sembuh dan bahagia bersama. Tapi ternyata, cinta saja tak selalu cukup. "Dia, Laksana Pranadipa, laki-laki hebat yang hadir di dalam hidup gue. Dengan segala perlakuan baiknya, selalu menciptakan senang yang banyak. Namun, sepertinya gue bukan seseorang yang sepenting itu di dalam hidupnya karena gue bukan satu-satunya." _Renjana Amerta "Dia Renjana Amerta, satu-satunya perempuan yang paling istimewa di dalam hidup gue. Gue senang saat dia merasa senang, begitu pun saat dia sedih. Gue akan selalu mengusahakan senang dan bahagia yang bayak untuknya. Gue mau bersamanya untuk waktu yang sangat lama _Laksana Pranadipa
All Rights Reserved
#221
ceritaindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines