We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Arsitektur Jiwa

Arsitektur Jiwa

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 11, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Growth and Self-Discovery
Dika tahu betul bagaimana rasanya hancur. Kematian seseorang yang menjadi satu-satunya tempat dia bersandar, merenggut seluruh pijakan hidupnya, menyisakan puing-puing amarah, gengsi remaja, dan dendam pada, ayahnya sendiri. Diusir dari kenyamanan dan dipaksa bertahan hidup sendirian di rumah tua, Dika tidak punya pilihan selain bertarung di bawah bayang-bayang kemiskinan. Di antara aroma asap angkringan tempatnya melipat gengsi dan dinginnya lantai perpustakaan sekolah tempat dia belajar menahan nafsu, Dika perlahan belajar satu hal: musuh terbesarnya bukanlah keluarga atau dunia yang tidak adil, melainkan egonya sendiri. Didampingi bimbingan sunyi, Dika mulai merapikan masa lalunya. Dia membayar setiap jengkal kemandiriannya dengan keringat yang jujur. Namun, ketika semua pertempuran lahiriah telah selesai dan badai sepenuhnya mereda, Dika mendadak dihantam oleh sebuah keheningan yang amat asing. Sebab ketika hidup tak lagi tentang bertahan dari rasa sakit... lantas untuk apa seorang manusia harus terus berjalan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After the Fall
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Auto Save!
  • PROYEK SATU TAHUN
  • Trouble Maker[END]
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati
  • The Pinky Boy
  • Target Si Supir [END]
  • ELION (bl)
  • "Liburan" Bonus Suami

Zein Alastair Lucien Ashton. Ketika dia masih kecil dan masih belum mengerti apa-apa, seluruh anggota keluarganya pergi meninggalkan dia untuk membawa kakak keduanya yang saat itu sakit parah berobat ke luar negeri dan dia ditinggalkan bersama para pekerja di rumah besar keluarga mereka. Zein tumbuh tanpa figure keluarga, hanya dibesarkan oleh para pelayan. Dia anak baik dan ceria meskipun tumbuh tanpa keluarganya. Mereka pulang sekali dalam beberapa tahun dan setiap kepulangan mereka langsung disambut dengan baik oleh Zein, namun mereka berubah... Entah karena tak lagi merasa sayang karena sudah lama tak bersama ataukah karena ada sosok yang lebih butuh daripada Zein. Hingga akhirnya setelah sebelas tahun berlalu, si anak tengah dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Mereka memutuskan untuk pulang, mengejutkan Zein dengan kepulangan mereka sambil membawa banyak sekali hadiah untuk si bungsu dan berbagai rencana kegiatan yang akan mereka lakukan. Namun hari itu, saat mereka tiba... Tidak ada sambutan, tidak ada pelukan. Suasana rumah besar itu sepi tanpa kehadiran Zein. Mereka bertanya-tanya, ke mana anak itu pergi? Namun para pelayan hanya mengatakan bahwa sang tuan muda tak pernah pulang dalam waktu beberapa bulan terakhir. Bukan karena dia kabur dari rumah, bukan karena dia pergi untuk kebebasan dalam kenakalannya. Tapi dia pergi karena 'Mentalnya' harus mendapatkan perawatan. Sebuah kejadian di suatu hari yang suram membuat Zein kehilangan kewarasannya hingga semua pelayan memutuskan untuk mengirimnya ke sebuah tempat yang bernama 'Rumah Sakit Jiwa.' Dan lebih dari semua itu, keluarganya tidak mengetahui apa pun selama ini. #1Trauma🥇 #1Mental🥇 #1Keluarga🥇 #1Zein🥇 #1Brothership🥇 #1Bungsu🥇 #1Adik🥇 Ditulis pada Senin, 19 Januari 2026- Rabu, 03 Agustus 2026 Dipublikasikan pada Senin, 16 Maret 2026-

More details
WpActionLinkContent Guidelines