Kiraal, Mother's Child

Kiraal, Mother's Child

  • WpView
    GELESEN 2,056
  • WpVote
    Stimmen 201
  • WpPart
    Teile 6
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mo., Aug. 24, 2026
WpInfo
Belletristik
Gesellschaftliche Themen
Biasanya, anak yang jadi korban perundungan adalah mereka yang dianggap lemah dan tak punya siapa-siapa. Akan tetapi, Kiraal Nash Globantara berbeda. Ia pewaris dari dinasti bisnis Globantara-nama besar yang bahkan membiayai berdirinya Akademi Edeval, sekolah tempatnya belajar. Justru karena itu, ia menjadi sasaran kebencian. Di asrama elit itu, semua orang menganggapnya istimewa. "Anak spesial yang bisa membeli segalanya." Padahal, di balik napas pendeknya, Kiraal hanya ingin hal-hal sederhana: tidur tanpa sesak, berjalan tanpa tatapan sinis, dan cinta tanpa syarat. Tak ada yang tahu tubuhnya rapuh. Tak ada yang tahu betapa ia merindukan pelukan satu-satunya sosok yang pernah membuatnya merasa dicintai: ibunya. Bagi dunia, Kiraal hanyalah pewaris Globantara. Tapi bagi dirinya sendiri, ia ingin tetap diingat sebagai satu hal yang sederhana- Mother's Child. .... karya ini hasil kolaborasi dengan seseorang "Yang Namanya Tidak Boleh Disebut."
Alle Rechte vorbehalten
#16
choisoobin
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Larik Luka
  • Batas Antara Layar dan Realita
  • Helder
  • CHASING THE SUNSET [Lee Jeno NCT Dream]
  • KAZEL
  • How to Get a Date, Mom?
  • Where the Light Fades
  • Kakak 🌻
  • Pilu Membiru
  • Sky.

Sejak kecil, Jasendra diajarkan untuk selalu menjadi penopang, kakak yang mengalah dan mengutamakan keselamatan adiknya. Prinsip itu ia pegang teguh, hingga sebuah peristiwa tragis memaksa Jasendra melempar tubuhnya demi menyelamatkan nyawa sang adik dari hantaman maut. Jasendra selamat, tetapi harga yang harus dibayar teramat mahal. Masa depannya hancur berkeping-keping. Dengan kaki yang tak lagi sempurna, mimpinya terhenti seketika. Rumah yang dulu hangat perlahan berubah menjadi tempat paling asing, tempat di mana setiap sudutnya penuh dengan pembandingan dan tatapan kecewa. Sebab bagi Jasendra, kehilangan tubuh yang utuh dan cita-cita bukanlah hal yang paling meremukkan dada. Yang paling menyakitkan adalah menyaksikan orang-orang yang dulu ia lindungi, perlahan berhenti percaya bahwa ia masih memiliki masa depan.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien