LUCAS
  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 17, 2025
Lucas Adji Permana seorang anak yang tumbuh dalam rumah yang tak semua anak bisa mendapatkannya. Rumah dengan bangunan sederhana yang hanya jika dipandang oleh sepasang mata. Dulu, ya... masa lampau yang pernah menjadi bagian dari sepenggal cerita dalam alur hidupnya. Lucas menyusuri jalan berkelok, dengan bebatuan yang nyaris membuatnya jatuh berulang kali. Berharap di ujung sana akan ada hal indah menantinya. Tapi lagi dan lagi dipatahkan oleh orang yang sangat ia percaya dan sayangi. Lukanya mampu membentuk dirinya menjadi Lucas yang baru. Sebuah harapan yang tak kunjung tiba dengan badai yang tak kunjung mereda. Lucas memandang hidup seperti langit malam, berharap rembulan bersinar terang. Tapi kini, harapan itu bahkan tak sudi membiarkan setangkai bunga menjadi menawan. Jika semua mengecewakan, masihkah ada alasan untuknya bisa berharap kembali?
All Rights Reserved
#6
duapenuliskeren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines