Kabut malam menelan hutan, menyembunyikan jejak darah yang mengalir di tanah basah. Bulan purnama pucat menyorot sosok berotot berbalut jubah, langkahnya berat namun pasti. Gigi runcingnya berkilat, siap bukan hanya untuk menghisap darah, tapi juga mengoyak daging hingga tulang pun tak bersisa. Dia adalah salah satu para monster yang suka menghabisi nyawa.
Di antara kabut, suara napas terputus-putus terdengar, korban terakhirnya merangkak mundur, matanya melebar ketakutan.
"A-aku... kumohon... jangan-" suaranya pecah.
Monster itu menunduk, membiarkan darah menetes dari giginya. "Kumohon? Kau pikir kata itu bisa menyelamatkanmu?" Napasnya panas, bercampur aroma besi segar.
"Kau... bukan manusia..." lirih korban, suaranya hampir tak terdengar.
Senyum miring terukir di wajahnya. "Manusia? Tidak... aku jauh lebih jujur daripada mereka. Aku lapar, dan kau kebetulan ada di sini." Dengan satu gerakan, ia melempar tubuh itu ke tanah, membiarkan jeritan tertelan oleh kabut.
Menjilat darah yang mengalir di ujung jarinya, ia mendongak ke langit. "Hiduplah sedikit lebih lama... aku ingin menikmati setiap jeritanmu," gumamnya pelan, seolah membicarakan hal sepele.
Langkahnya kembali terdengar, semakin menjauh dari korban yang kini hanya tersisa tulang belulang. Tanpa menyadari di ujung hutan, di balik kabut tebal, seorang pemburu menunggu dan mengintainya dengan sabar sambil membidikkan panah beracun miliknya.
"Lo mau gue berlutut?"
***
Ariana Vallen adalah gadis biasa, sebatang kara, sibuk bertahan hidup, dan satu-satunya hiburannya adalah membaca novel di ponselnya.
Sampai suatu malam, setelah menamatkan cerita yang berjudul A Whisper of Love, hidup Aria berubah. Saat terbangun, dia mendapati dirinya bukan lagi di kamar sempitnya, melainkan di dunia novel itu sendiri. Sebagai Ariana Mavelle, kembaran protagonis pria yang kelak akan tewas tragis di tangan antagonis.
Kini, dengan seluruh jalan cerita yang sudah ada di tangannya, Aria bertekad untuk mengubah takdirnya. Dia akan melindungi sang antagonis, dari dunia yang perlahan mengubahnya menjadi sosok yang dibenci semua orang.
Dengan begitu Aria tidak akan mati, bukan?