Garis Takdir Kita [END]

Garis Takdir Kita [END]

  • WpView
    Reads 1,954
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadComplete Thu, Aug 21, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Raka Aditya Wicaksana, seorang pemuda miskin yang bekerja sebagai penjual pentol keliling di sebuah kota yang bertemu dengan dr. Ansya Zahreva Ganesha, dokter bedah muda di rumah sakit ternama. Perbedaan status sosial, cita-cita, dan dunia mereka begitu besar, tapi hati tidak bisa memilih. Hubungan mereka berjalan di tengah cibiran orang, rahasia masa lalu, dan ujian hidup yang berat. *Typo bertebaran dimana-mana harap dimaklumi karena belum revisi 🙌🙏 SELAMAT MEMBACA🫶 🏆🏆🏆 🏅#4 - dokter [23/08/2025] 🥇#1 - miskin [12/11/2025]
All Rights Reserved
#890
miskin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 10. Saktah
  • Harsa Husna
  • CINTA DARI UFUK TIMUR [TERBIT]
  • True Love [Completed✔]
  • Tak Seindah Surgamu (REVISI)
  • Heart Beat [SELESAI]
  • (Im)Perfect Love ✓
  • Kapan Akan Terbuka ? [SELESAI]
  • I'm Perfect CEO [END]
  • Stay Alive [TAMAT]

"Belajar apa hari ini Gus, dengan anak-anak?" "Tajwid. Anak-anak belajar Bacaan istimewa dalam al quran, bacaan gharib." "Kenapa membaca al quran harus dengan tajwid, Gus?" "Perintah Allah. Agar kita menjaga kemurnian Al quran, melafadzkan sesuai hak-hak hurufnya dan menjaga lisan agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan terjerumus perbuatan dosa." jawab seorang pria yang dipanggil Gus. Si Wanita yang bertanya tadi tersenyum simpul. "Sepertinya Gus, Perjalanan kisah kita akan serupa dengan salah satu makna bacaan gharib. Yaitu saktah. agar kita sama-sama menjaga kemurnian hati, menjaga hak-hak pribadi kita dan agar kita terhindar dari perbuatan dosa." Pria itu terdiam mencerna ucapan wanita yang duduk di seberangnya. "Saktah?" tanyanya dan Sang Wanita mengangguk. "Iya. Saktah. Aku yakin Gus lebih paham makna saktah. Kita perlu memberi jeda, berhenti sejenak, menekan ego kita sambil memikirkan apakah kita ini benar-benar yang terbaik untuk satu sama lain, setelah itu kembali kita teruskan." jelas Si wanita dan langsung beranjak dari tempat itu. Sang Pria masih duduk sembari menatap kepergian wanita yang pernah ingin dia nikahi. Senyum tipis tercetak di wajahnya, di tengah keramaian kota itu dia bergumam sendiri, "Kamu lupa, jika menemui tanda saktah, bukan hanya harus memberi jeda tapi juga harus menahan napas. Aku belum tau seberapa lama kemampuan manusia bisa menahan napas. Doaku, kamu segera kembali atau aku akan kehabisan napas karena terlalu lama mengamalkan saktah.".

More details
WpActionLinkContent Guidelines