Melupakan Yang Layak Diingat

Melupakan Yang Layak Diingat

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 16, 2025
Menginjak usia dua puluh, Maura Irsya merasa dunia tak memberinya ruang untuk bernapas. Sebagai mahasiswi semester tiga seni lukis di Bandung, hidup yang dulu ia bayangkan penuh warna justru dipenuhi kebingungan, tekanan, dan luka-luka kecil yang datang dari arah tak terduga. Dulu, melukis adalah tempat pulang, penawar dari kegelisahan. Kini, kanvas justru membuatnya cemas. Warna-warna terasa asing. Kuas terasa berat. Dan dirinya sendiri tak lagi bisa dikenali dalam lukisan-lukisan yang ia buat. Ditambah dengan pertanyaan-pertanyaan yang menghantui "Apakah aku cukup baik?" "Kenapa hidup terasa berat di usia yang seharusnya baru dimulai?" Maura ingin lari. Atau setidaknya lupa. Tapi bagaimana kalau yang ingin ia lupakan justru bagian dari dirinya yang dulu paling ia jaga?
All Rights Reserved
#400
rumah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines