Story cover for MEMORIES by cohaauyuu
MEMORIES
  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 14
  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 14
Ongoing, First published Aug 16, 2025
"Kalau tempatnya sama tapi orangnya kamu, aku nggak akan pernah bosen."
Kata-kata itu terdengar sederhana, tapi bagi Ruto, Wony adalah seluruh dunia yang membuat setiap detik di sini terasa berharga. Setiap tawa, setiap senyum kecilnya, terasa seperti halaman-halaman novel yang tak ingin ia tamatkan. Ia ingin terus membaca, terus menelusuri kata demi kata, tanpa pernah sampai akhir.

Wony tertawa kecil, namun ada sesuatu dalam senyumnya kali ini yang berbeda-hangat, tapi menyimpan kesedihan yang tak terucap. Saat ia bertanya apakah Ruto mau membaca ulang jika novelnya sudah mau tamat, Ruto menahan napas. Pertanyaan itu menusuk, tepat di tengah dada, di tempat di mana perasaan rindu dan takut kehilangan bertemu.

"Kalau aku bisa, aku bakal baca ulang terus. Berkali-kali. Sampai aku hafal tiap kata."
Itu bukan sekadar janji, tapi doa diam-diam yang hanya bisa ia simpan untuk Wony. Karena ia tahu, tak peduli berapa kali ia membaca ulang, tak peduli berapa lama ia mencoba, waktu dan keadaan mungkin takkan pernah memberinya kesempatan untuk menahan halaman itu tetap terbuka.

Dan di tengah senyum dan tawa yang tampak ringan, ada kesadaran pahit: cinta yang begitu tulus, kadang harus dirasakan dalam kehilangan.
All Rights Reserved
Sign up to add MEMORIES to your library and receive updates
or
#169kanker
Content Guidelines
You may also like
𝐀𝐍𝐓𝐀𝐆𝐎𝐍𝐈𝐒!? || ft. siyu by chocopaiiss
34 parts Ongoing
Yasha Febianal─ pemuda manis yang hidup dalam segala tuntutan sempurna dari kedua orangtuanya, menjadikan ia pribadi yang begitu tertutup dengan aura yang mampu membuat siapapun segan mendekati nya. Tatapan mata yang tak pernah sekalipun menampakkan secercah cahaya, hanya kekosongan yang mampu terlihat. Dari semua hal yang terlibat dalam hidup Yasha, satu hal yang merasa seperti manusia biasa─bukan lagi robot belajar. Deretan buku di kamarnya, hanya buku-buku tebal dengan cover acak itu yang selalu menemani di setiap harinya. Sampai saat hari itu datang, hari di mana seluruh tubuhnya merasakan ngilu yang luar biasa, darah yang terus turun dengan deras seolah mengambarkan penyerahan atas segala yang tertahan selama ini. Pandangan yang mengelap dalam beberapa detik dan hanya meningalkan jejak samar cahaya sebelum tubuhnya ambruk menyentuh dinginnya lantai kamar. Yasha berfikir, dirinya kini telah bebas dari penjara batin yang ia sebut 'keluarga', namun nyatanya takdir bagai iba pada segala hal yang pemuda itu alami. Atap kamar asing, harum ruangan yang membuatnya dejavu, juga sebuah tangan hangat yang mengaggam jemari mungil nya. Semua itu membuat dadanya berdetak palan, menyadari bahwa Tuhan tidaklah sekejam itu padanya. "Yusha.. " Deg. Nama itu, nama pemeran antagonis dalam novel yang ia baca beberapa saat sebelum tubuhnya menyerah. Dan kini, sekali lagi ia di buat menahan nafas saat menyadari bahwa jiwanya telah memasuki raga si tokoh kejam dalam cerita. Dan naasnya, tubuh ini akan mendapatkan akhir hidup yang sangat amat tragis. Bahkan sebelum jalan cerita berjalan setengah.. ────────── ft. siyu─jaeri─sakuryo.
You may also like
Slide 1 of 10
JEEVANA cover
our little baby cover
President Wife cover
straight katanya || BxB local cover
𝐀𝐍𝐓𝐀𝐆𝐎𝐍𝐈𝐒!? || ft. siyu cover
Jenderal Tawanan Kaisar  cover
SEPA [TRANSMIGRASI BL] END (Proses Revisi)  cover
LOVE YOU MAMI (BL) cover
Stay here Kapten! cover
Second  cover

JEEVANA

71 parts Ongoing

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?