LEMBAYUNG

LEMBAYUNG

  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 19, 2025
Menjelang tiga puluh, hidupku seperti langit di ujung senja-lembut, hangat, tapi sebentar lagi akan gelap. Mereka bilang aku harusnya sudah sampai di tujuan. Nyatanya, aku masih mencari jalan, tersesat di antara mimpi yang layu dan cinta yang tak pernah mengetuk pintu. Siangku dipenuhi tawa anak-anak di kelas, malamku ditemani sunyi yang tak pernah memudar. Aku mengajar tentang keberanian, padahal sering takut menghadapi esok. Aku mengajarkan harapan, padahal masih belajar memeluk kecewa. Dan mungkin, di suatu sore, seseorang akan datang. Bukan untuk menghapus luka, tapi untuk berdiri di sampingku, menatap lembayung yang sama. -Aruna Senandika, nama yang menyimpan luka.
All Rights Reserved
#32
lembayung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines