Story cover for When The Ocean Knelt  by finxy_oceanne
When The Ocean Knelt
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Aug 16, 2025
"Terimalah lamaran kecil ini dariku."
Suara Kaelith bergema, dalam dan berat, seolah ribuan ombak mengiringi setiap kata. Udara bergetar, bahkan dinding istana seakan meresap suaranya.
"Katakan 'ya', dan seluruh lautan akan bersujud di kakimu. Katakan 'tidak', dan biarkan aku tunjukkan bagaimana murka laut dapat menelan daratan, menghapus langit, dan melenyapkan kehidupan dari muka bumi."





"Kau lancang."
Suaranya jernih, tapi dingin.
"Sejak lahir, aku ditakdirkan untuk menerima penghormatan, bukan ancaman. Kau pikir cincin remeh dengan kerang ini bisa menundukkan seorang putri mahkota? Kau hanya manusia biasa. Ingat tempatmu."

"Pergilah sebelum aku memerintahkan para pengawal untuk mengusirmu."





"Baiklah. Tapi ingatlah kata-katamu hari ini."
Ia menoleh pada cakrawala.
"Karena laut selalu mendengar, Vysera. Dan laut... tak pernah lupa."
All Rights Reserved
Sign up to add When The Ocean Knelt to your library and receive updates
or
#494laut
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Shadow in the Lab cover
​The Left || END cover
SHEA SANG FIGURAN cover
Hello, Mr. Mafia! cover
Defiant cover
Bound to Him cover
Trasmigrazione Gemellare Antagonista.    cover
FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆ cover
SEÑOR V [END] cover
Fraktal Rahasia cover

Shadow in the Lab

63 parts Complete

Sebagai anak magang di laboratorium penelitian mutakhir, Selene tahu pekerjaannya tidak akan mudah. Tapi dia tidak pernah menyangka harus berhadapan dengan Axel-vampir berbahaya yang dikurung dengan rantai berat, tatapannya tajam dan penuh kejengkelan. "Nah, manusia lain." Suaranya datar sebelum dia memutar mata, seolah keberadaan Selene hanyalah gangguan kecil dalam hari-harinya yang panjang. Ilmuwan disini ingin memahami kekuatannya, mengungkap misteri yang membuatnya berbeda. Tapi Selene? Dia hanya ingin menemukan cara agar bisa bertahan... dan mungkin, mendekatinya tanpa menjadi target berikutnya.