When The Ocean Knelt

When The Ocean Knelt

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 16, 2025
"Terimalah lamaran kecil ini dariku." Suara Kaelith bergema, dalam dan berat, seolah ribuan ombak mengiringi setiap kata. Udara bergetar, bahkan dinding istana seakan meresap suaranya. "Katakan 'ya', dan seluruh lautan akan bersujud di kakimu. Katakan 'tidak', dan biarkan aku tunjukkan bagaimana murka laut dapat menelan daratan, menghapus langit, dan melenyapkan kehidupan dari muka bumi." "Kau lancang." Suaranya jernih, tapi dingin. "Sejak lahir, aku ditakdirkan untuk menerima penghormatan, bukan ancaman. Kau pikir cincin remeh dengan kerang ini bisa menundukkan seorang putri mahkota? Kau hanya manusia biasa. Ingat tempatmu." "Pergilah sebelum aku memerintahkan para pengawal untuk mengusirmu." "Baiklah. Tapi ingatlah kata-katamu hari ini." Ia menoleh pada cakrawala. "Karena laut selalu mendengar, Vysera. Dan laut... tak pernah lupa."
All Rights Reserved
#40
ocean
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Defiant [END]
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • SHEA SANG FIGURAN
  • My Perfect Model ( Republish )
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Shadow in the Lab
  • Fraktal Rahasia
  • Hello, Mr. Mafia!

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines