KAEL-AN
Kael Arven Hadinata-tumbuh di tempat yang menyebut dirinya rumah, namun tak pernah sekali pun terasa sebagai rumah. Sejak kecil ia dibentuk, bukan dibesarkan-diajari cara berpikir sebelum merasa, cara bertahan sebelum meminta tolong, cara menang tanpa harus menunjukkan luka. Hidupnya tersusun dari aturan, jadwal, dan batasan yang tidak pernah ia pilih.
Ia pintar, cepat membaca situasi, dan tahu kapan harus diam agar tidak mengganggu keseimbangan keluarga yang rapuh. Namun kecerdasan itu bukan hadiah-melainkan pelindung. Di balik ketenangannya, ia menyimpan terlalu banyak hal yang tidak pernah sempat ia ucapkan.
Sampai suatu hari, langkahnya terhenti.
Ia membuka mata, dan dunia yang seharusnya ia tinggali sudah berubah. Lingkungan yang asing, keluarga yang tidak pernah ia kenal, nama yang hampir mirip tapi mengandung perbedaan yang nyata. Semuanya menyambutnya seperti babak lanjutan dari cerita yang belum pernah ia tulis.
Yang aneh, semua rasa itu... familier.
Seolah ia pernah membaca hidup ini sebelumnya, tapi hanya sekilas, hanya sebagai hiburan yang ia lupakan. Sekarang, kisah itu menelan dirinya bulat-bulat, memaksanya menjadi bagian dari cerita keluarga yang nyaris tidak membutuhkan kehadirannya.
Ia mendapati dirinya berada di posisi anak keempat dari lima bersaudara-posisi yang paling mudah dilupakan, paling mudah disalahpahami. Keluarga yang tampak utuh dari luar ternyata menyimpan retaknya sendiri, dan dirinya... menjadi bagian dari retakan itu.
Tidak ada sambutan hangat.
Tidak ada penjelasan.
Tidak ada ruang untuk bertanya bagaimana ia sampai di sini.
Yang ia tahu, tubuh dan keluarga ini menyimpan sisi kelamnya sendiri. Semakin dicari tahu, semakin banyak hal tak terduga yang ia temukan.
"Sialan.. "
*DILARANG PLAGIAT!
*Jika ada kesamaan nama karakter, latar, dan alur-sungguh, itu bukan disengaja, harap dimaklumi. Asal tidak sama persis disemua bagian.
*Visual Sampul by Pinterest