Di Atas Ranjang Yang Berisik

Di Atas Ranjang Yang Berisik

  • WpView
    MGA BUMASA 641
  • WpVote
    Mga Boto 6
  • WpPart
    Mga Parte 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sun, Aug 24, 2025
"Bising ranjang itu tak pernah hilang... bergema hingga ia dewasa." Di sudut kamar penginapan murahan, seorang balita hanya bisa menangis bingung, tak mengerti mengapa malamnya selalu dipenuhi suara yang menakutkan. Suara itu melekat, meresap, dan tumbuh bersamanya. Kini, di usia dewasa, ia hidup dengan kepala yang penuh gema. Setiap ranjang, setiap kamar, setiap tubuh asing-selalu membawa kembali ingatan pada masa kecil yang berisik. Luka yang tak pernah pulih itu berubah menjadi dorongan gelap yang sulit ia kendalikan. Apakah ia selamanya korban dari masa lalu yang kelam? Atau ia sudah menjelma menjadi predator yang lahir dari kebisingan ranjang itu?
All Rights Reserved
#14
romansakelam
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • ATMA FATAMORGANA
  • My Step Mom? [END] ✔️ - REVISI
  • MOTHER
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?! (Hiatus)
  • Unexpectedly Yours
  • Dua Langit Berbeda
  • Stealing My Husband

"Jadilah seperti lumut: ada, tapi tidak terlihat, dan kalau bisa jangan diinjak." Itulah moto hidup Sevanja Nandhira. Sebagai mahasiswi Seni Rupa di Universitas Brahmana yang isinya anak-anak sultan, Sevan lebih memilih menjadi "Cewek Suram" yang hobi begadang demi deadline gambar daripada harus bersosialisasi. Strateginya sederhana yaitu hindari keramaian, gunakan jalur tikus, dan tetap berada di luar Radius Seratus Meter dari orang-orang populer. Terutama dari Adiaksa Ranjaya Jasvanta. Aksa adalah segalanya yang Sevan hindari karena tinggi 185, bintang Ice Hockey, salah satu mahasiswa terkenal orang terkaya di kampus yang dijuluki Vanguard, dan memiliki aura "lampu sorot" yang menyilaukan. Bagi Sevan, Aksa adalah intimidasi visual dan gangguan dalam hidupnya. Lari cepat setiap kali melihat ujung jaket hoki Aksa adalah olahraga wajib. Namun, Sevan tidak tahu satu rahasia besar. Aksa bukan sekadar cowok populer yang iseng. Aksa adalah kolektor rahasia dari karya-karya digital anonim milik Sevan yang sangat emosional. Baginya, Sevan bukan sekadar "gadis berantakan" yang hobi kabur. Sevan adalah pelukis hantu yang selama ini ia kagumi karyanya. Kini, sang Forward tim hoki itu telah mengunci targetnya. Bukan di lapangan es, melainkan di lorong-lorong sempit fakultas seni. Dimulai dari satu krat susu coklat hingga aksi kejar-kejaran absurd yang bikin heboh satu kampus, Aksa bertekad menembus zona nyaman Sevan yang sekecil kotak pensil itu. Sanggupkah Sevan mempertahankan jaraknya, atau justru ia akan terjebak dalam pesona "Beruang" yang ternyata tidak se-polos kelihatannya? ~~~ DILARANG PLAGIAT (⁠ノ⁠`⁠Д⁠'⁠)⁠ノ⁠彡⁠┻⁠━⁠┻ pernah di unpublish karena di revisi. #01 teenfiction [ 20 Maret 2026] #01 absrud [ 20 Maret 2026] #01 gambar [ 20 Maret 2026] #01 fiksi [31 Maret 2026] #02 komedi [ 20 Maret 2026]

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman