Anak Juragan

Anak Juragan

  • WpView
    Letture 4,447
  • WpVote
    Voti 403
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadPer adultiIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, mag 3, 2026
WpInfo
Fanfiction
NCT
Marsha Hanah Komaladi-dua tahun usianya, tapi namanya sudah lebih sering disebut daripada kepala dusun. Bocah mungil dengan pipi bulat dan mata tajam itu dikenal sebagai "bocil penguasa Desa Retawu." Bukan tanpa alasan-ia adalah anak juragan sembako dan peternakan-Joko, sekaligus putri bidan desa yang disegani-Dila. Ditambah lagi, ia cucu, cicit, hingga canggah dari keluarga Komaladi yang tanahnya setengah kampung pernah disentuh tanda tangan mereka. Sejak bisa berjalan, Marsha sudah terbiasa duduk di kursi kasir toko, menunjuk-nunjuk rak jajanan sambil berkata, "Itu ndaaa bowyeh dicentuh!" atau mengatur ayam-ayam di halaman seperti sedang memimpin rapat. Warga yang datang belanja sering dibuat gemas sekaligus tunduk pada perintah polosnya. Bahkan anak-anak yang lebih besar pun kadang menurut ketika Marsha berkata, "NDAAA LEBUTAN!!! SETOP!!!" Di posyandu, ia dielus banyak tangan, di sawah, ia disapa dengan hormat, di pendopo, namanya disebut-sebut sebagai calon penerus juragan. Meski masih balita, auranya seperti sudah paham bahwa ia lahir bukan dari keluarga biasa. Namun di balik sikapnya yang suka mengatur itu, Marsha tetaplah bocah kecil yang tertawa lepas saat dikejar kupu-kupu dan tertidur pulas di dada ayahnya. "Anak juragan" bukan sekadar julukan. Itu adalah cerita tentang bocah dua tahun yang tumbuh di tengah kuasa, cinta, dan sorotan satu desa-dan mungkin, tanpa sadar, sedang belajar menjadi pemimpin sejak dini.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti