Aku mengenalnya lewat sebuah game.
Awalnya cuma mabar iseng, tapi lama-lama jadi candu. Dari sekadar chat tentang strategi game, berubah jadi cerita panjang tentang hari-hari kami.
Tanpa sadar, aku jatuh.
Jatuh pada seseorang yang bahkan belum pernah kudengar suaranya, apalagi bertemu dengannya.
Namun, sebuah salah paham membuat kami menjauh.
Kata-kata yang seharusnya bercanda berubah jadi luka, dan aku kehilangan dia begitu saja.
Hampir tiga tahun berlalu, aku masih saja menyimpan rindu dan suka itu.
Rasa yang tak pernah bisa tersampaikan, rasa yang hanya kutahu seorang diri.
Apakah aku harus menghapus semua ini, atau tetap bertahan pada perasaan yang bahkan tak pernah sempat memiliki?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang