"Otak lu beneran dimakan babi ya? Sini gua bedah kepala lu, gua pasang pake otak anjing biar agak pinteran dikit!" Bagi Sean Baskara, hidup adalah kompetisi. Dan di puncak daftar musuh yang wajib dia kalahkan, ada satu nama yang sudah mengganggu hidupnya sejak kecil Jovan Januar. Mereka bersaing dalam segala hal. Nilai. Popularitas. Gengsi. Bahkan urusan yang seharusnya tidak penting pun bisa berubah menjadi medan perang hanya karena tidak ada satu pun dari mereka yang mau kalah. Masalahnya, semakin keras mereka berusaha saling mengalahkan, semakin sering pula takdir mempertemukan mereka dalam situasi-situasi yang membuat keduanya ingin saling mencekik. Ketika sebuah taruhan konyol membuat persaingan mereka semakin tidak terkendali, Sean dan Jovan mulai menyadari satu hal yang sangat mengganggu: Mengalahkan musuh bebuyutan ternyata jauh lebih mudah daripada mengabaikannya. Dan bagi dua orang yang menjadikan hidup sebagai perlombaan, mengakui perasaan sendiri mungkin adalah kekalahan terbesar yang pernah ada.
More details