The "Pickme" boy

The "Pickme" boy

  • WpView
    Reads 25,232
  • WpVote
    Votes 2,023
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 21, 2025
De Luca. Keluarga itu dikenal sebagai salah satu dinasti mafia paling berpengaruh. Empat putra mereka-dingin, kejam, sempurna. Dan satu lagi... si bungsu. Anak kelima. Bukan hanya manis-wajahnya terlalu cantik untuk seorang pria. Kulit pucat, mata berkilat seperti kaca, senyum lembut yang membuat siapa pun lengah. Seakan-akan ia terlahir sebagai boneka porselen hidup yang disembah oleh keluarganya sendiri. Tapi sayang, di balik penampilan itu... sikapnya justru membuat semua orang geleng kepala. Manja. Cengeng. Selalu mencari perhatian. "Pick me boy" sejati-yang bisa menangis hanya karena hal sepele, lalu memaksa seluruh rumah berputar demi menuruti keinginannya. Awalnya, mereka masih mentoleransi. Empat kakak laki-laki yang berdarah dingin pun rela bertekuk lutut hanya untuk menenangkan tangisannya. Daddy dan Mommy yang keras mendadak jadi lembek, seolah dunia ini hanya ada untuknya. Tapi seiring waktu... rengekan itu berubah jadi racun. Semakin hari semakin melelahkan. Hingga pada akhirnya, kesabaran mereka habis. Dan keputusan pun dibuat- Anak kelima itu akan dikirim jauh, ke Eropa. Dibuang, dengan alasan "tinggal bersama kakek-neneknya". Mereka pikir itu solusi. Padahal, itu justru awal dari segalanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • Second
  • The King & The Doctor
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • I Want to Live
  • Love at Time's Brink
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [END]
  • Given || Ju Jihoon
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines