Hati Yang Mendengar

Hati Yang Mendengar

  • WpView
    Reads 24,852
  • WpVote
    Votes 906
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Fri, Aug 22, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Nadia, seorang gadis miskin berusia tujuh belas tahun, menjalani hidup dalam kesepian dan keterbatasan. Ia pernah menjadi korban sebuah peristiwa kelam ketika sedang mencari sesuap harapan dari botol bekas. Dari peristiwa itu lahirlah seorang bayi mungil yang menjadi satu-satunya cahaya di tengah gelapnya dunia Nadia. Ketika putus asa dan rasa bersalah nyaris menenggelamkan dirinya, takdir kembali mempertemukannya dengan Arion, pria berdasi yang menjadi bagian dari masa lalunya. Arion, seorang pengusaha sukses dengan hati yang terus dihantui bayang-bayang dosa, justru mencoba merebut sekaligus merawat anak yang lahir dari luka itu. Nadia dihadapkan pada sebuah pilihan, mempertahankan haknya sebagai seorang ibu atau menyerahkan segalanya demi masa depan putrinya. "Kisah ini bukan hanya tentang luka, tetapi tentang keberanian seorang perempuan yang jatuh, hancur, namun tetap berusaha bangkit demi buah hatinya."
All Rights Reserved
#71
diperkosa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pintu Takdir
  • Di Bawah Satu Atap | Age Gap Romance: Om Raka & Dek Liya
  • My Lovely Wife✔️
  • My Lecturer [✓]
  • Our Soft Unknown (End)
  • My Girl [IDR]
  • jangan sakiti aku
  • Aku Untukmu
  • Rahasia Suami Dinginku
  • The Baby's [Completed]

Sekuel dari Math Competition. Di depan setiap jiwa, ada satu pintu yang berdiri dalam cahaya. Sebagian orang mengetuknya dengan harapan, sebagian lain mundur karena merasa tak layak. Di balik pintu itu tersimpan cinta yang tertunda, luka yang belum sembuh, dan tanggung jawab yang menunggu untuk diwariskan. Ada mereka yang belajar mencintai tanpa memiliki. Ada yang diuji dalam pernikahan dan penantian. Ada yang mengerti bahwa cinta tertinggi bukan sekadar milik manusia, tapi milik Tuhan. Pintu itu bukan untuk dipaksa dibuka. Ia hanya menunggu hati yang siap , hati yang rela, sabar, dan ikhlas. Setiap langkah di ambang pintu adalah pelajaran. Setiap detik di depannya adalah doa. Dan setiap jiwa yang akhirnya melangkah... menemukan takdirnya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines