Most Wanted:  Target Annie

Most Wanted: Target Annie

  • WpView
    Reads 167
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 23, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Dari semua pria di dunia, kenapa harus Abraham? Annie sama sekali nggak pernah bercita-cita jadi pusat obsesi lelaki itu. Hidupnya sudah cukup ribet tanpa kehadiran cowok penuh kejutan, licik, tapi entah kenapa selalu berhasil menjeratnya lagi dan lagi. Sialan. Hanya itu yang bisa Annie umpatkan setiap kali dirinya kejebak di drama baru Abraham. Lari? Mustahil. Abraham punya seribu cara buat menariknya balik. Bertahan? Annie rasanya pengin nyerah aja-tapi perasaan itu nggak pernah benar-benar tuntas. "Udah gue bilang, lu cewek paling beruntung punya gue. Harusnya bangga dong!" - Abraham "Gue mau putus!" - Annie "Ngimpi. Lu milik gue, Anniversary~" - Abraham "Annie Abraham? Gila lu!" - Annie "Intinya sama: lu punya gue." - Abraham Semua terasa kayak lingkaran nggak ada ujung. Annie tahu dia harus kabur, melepaskan diri dari genggaman Abraham. Tapi bisakah ia benar-benar menjauh, kalau hatinya sendiri diam-diam masih bergetar tiap kali melihat senyum konyol di wajah tampannya? Ini kisah tentang Annie-gadis yang selalu ingin lepas. Dan Abraham-cowok aneh, manis sekaligus menempel kayak getah. Pertanyaannya cuma satu: cinta itu kebebasan, atau justru belenggu? (Cerita atas ide sendiri, mohon BIJAK SAAT MEMBACA) Sumber gambar: Pinterest
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines