The Last Summer With Aluna

The Last Summer With Aluna

  • WpView
    LETTURE 67
  • WpVote
    Voti 20
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, ago 18, 2025
Aluna Serafine Adisty. Gadis pendiam dengan senyum manis, rambut hitam panjang, dan mata yang selalu menunduk malu setiap kali diperhatikan orang. Dia bukan siapa-siapa di sekolah. Bukan cewek populer, bukan yang selalu jadi pusat perhatian. Tapi, entah kenapa... ada beberapa orang yang diam-diam nggak pernah bisa berhenti memperhatikannya. Leonardo Arvin Pradipta, si usil dengan mata coklat terang yang selalu jadi sorotan. Rakendra Arya Mahardika, kakak kelas OSIS yang terlalu ramah untuk dilupakan. Mereka nggak pernah bilang, nggak pernah benar-benar menunjukkan. Tapi keduanya tahu, ada sesuatu tentang Aluna yang nggak bisa mereka lepaskan. Hingga pada satu waktu... Aluna tiba-tiba menghilang. Pindah sekolah, tanpa kabar, tanpa jejak. Rumor bilang dia keluar negeri. Nyatanya, hanya Aluna dan keluarganya yang tahu alasan sebenarnya. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka lagi. Aluna yang kembali dengan rahasia besar yang tak pernah ia ceritakan. Leo dan Raka yang akhirnya sadar: rasa yang mereka simpan selama ini... masih ada. But sometimes, love comes when it's already too late. And not every story has a happy ending. _ "This is not just about love, it's about the last summer we had with Aluna."
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti