MAS MUSA (Anak Kedua)

MAS MUSA (Anak Kedua)

  • WpView
    Reads 261
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 31, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Bang, duit gue udah ada belum?" Musa terlihat kesal pada kakaknya. "Gue udah ditagih sama sekolah!" "Ya belum ada lah, emangnya Lo lihat gue kerja?" balas sang kakak. "Ya makanya kerja bang, paruh waktu kek! Gue yang sekolah aja bisa kerja paruh waktu, Lo malah enak-enakan nongkrong!" "Nggak bisa, tugas kampus gue numpuk," jawabnya acuh. "Gue nggak mau tahu, balikin duit gue!" Musa yang emosi menarik baju abangnya hingga terjadi pertengkaran. "Eh, ada apa ini? Malam-malam kok ribut banget sih!" Seorang perempuan tua masuk kamar dan menghampiri mereka. "Musa nagih uangnya terus, aku kan belum dikasih uang sama bapak, buk!" adu bang Atang. "Mas.... Sabar dulu, kan bapak baru cari," ucap ibu mengusap pundak Musa. "Ya tapi ijazah ku jadi ditahan Bu!" kesal Musa. "Bang Atang suruh kerja lah buk! Dia udah gede masa ngandelin duit bapak terus! Aku aja bisa sekolah sambil kerja!" "Itu pilihan Lo, gue nggak mau kerja karena fokus kuliah!"
All Rights Reserved
#99
anakkedua
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines