The Author's Regret [On Going]

The Author's Regret [On Going]

  • WpView
    Reads 7,159
  • WpVote
    Votes 886
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 21, 2025
Demi revisi buat adaptasi drama, Sean Xiao justru terjebak di dunia karangannya sendiri. Bukan sebagai tokoh utama, melainkan figuran yang tidak penting sama sekali, bahkan berujung mati di bab 10. Lebih parahnya lagi, Sean tiba-tiba menjadi seorang kultivator. "Gue kan penulis, bukannya kultivator beneran!" Semua teknik, jurus, dan dunia yang ia tulis hanyalah khayalan konyol di kepalanya. Kini, dirinya sendiri harus menjalani tanpa pengalaman nyata. Namun, kehadirannya justru membuat alur cerita menjadi kacau. Kisah cinta lurus, menjadi takdir yang sama sekali ia tak pernah bayangkan. Apakah Sean mampu bertahan hidup di dunia yang ia karang, atau... menulis ulang takdirnya? . . . ⚠️ DISCLAIMER : Cerita ini murni fiksi dan rekaan semata. Nama dan visual hanya dipinjam untuk kepentingan imajinasi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • Second
  • Love at Time's Brink
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • The King & The Doctor
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [END]
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • Given || Ju Jihoon
  • I Want to Live
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines