The Forbidden Vows

The Forbidden Vows

  • WpView
    Membaca 1,523
  • WpVote
    Vote 66
  • WpPart
    Bab 29
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jul 28, 2026
Butuh waktu lima tahun bagi Rainara untuk mengatakan 'ya' pada pertunangannya dengan Ehan, pria yang sudah sejak lama dijodohkan dengannya. Alasannya? Sederhana. Dia tidak pernah mencintai pria itu. Hati Rainara masih tertaut padanya ... pada pria yang pergi saat dia baru membuka mata setelah sebulan koma gara-gara kecelakaan yang juga merenggut calon bayi mereka. Pria yang pergi tanpa sepatah kata, hanya meninggalkan surat cerai yang sudah ditandatangani, dan sepucuk surat berisi: 'Aku kecewa padamu, Rainara'.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#3
hati
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Mengenang Rasa
  • Just POV (Selesai)
  • SUKSEMA ||Selesai
  • Mencintaimu itu Sakit
  • Pelukan ditengah Luka
  • Habis Kontrak!
  • DERMAGA KEDUA
  • Yang Tidak Pernah Dianggap
  • CRAZY FAMILY
  • Amore Per Sempre (END)

"Kamu tau Ryanti kan?" Tidak bisa dipungkiri, mendengar nama itu lagi setelah 3 tahun menikah membuat tubuh perempuan yang tengah menata piring di meja makan sempat terhenti. Ryanti. Perempuan pemilik hati suaminya sejak dulu dan mungkin sampai sekarang. Entah karena apa hubungan mereka kandas sehingga orang tua Agam memohon padanya untuk menyelamatkan harga diri keluarga karena ditinggal oleh calon mantu mereka. Masih jelas sekali sewaktu Agam merapalkan nama Ryanti sebanyak 3 kali di depan semua orang yang menyaksikan pernikahan yang seharusnya tidak terjadi itu. "Memangnya kenapa, Bang?" tanya perempuan itu pada suaminya. Diam-diam dia mengepalkan tangannya berharap dugaan buruk dibenaknya tidak akan terjadi. "Dia telah kembali." Jawaban singkat namun menohok hati. Anjali menghembuskan napas pasrah seolah tau apa yang akan terjadi selanjutnya. "Mari kita bercerai, Anjali."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan