Cinta dan Keyakinan

Cinta dan Keyakinan

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 21, 2025
"Indah ya, berdampingan seperti ini. Seperti kita".ucap leo sambil Menatap Masjid Istiqlal, lalu ke Gereja Katedral. "Iya, damai rasanya" ucap aurora sambil tersenyum tipis. " Ra, aku... seringkali bertanya-tanya"ucap leo dengan nada serius Aurora menoleh menatap leo"Bertanya-tanya tentang apa?" "Tentang kita. Kita ini sebenarnya apa? Teman... tapi lebih dari itu. Pacar... tapi terhalang banyak hal" ucap leo masih dengan memandangi hal indah didepannya Aurora Menunduk, memainkan ujung hijabnya " Leo, kamu tahu... ini tidak mudah"ucap Aurora pelan "ya Aku tahu. Tapi aku ingin tahu, apa yang kamu rasakan? Apa kamu melihat masa depan untuk kita?" tanya leo Aurora Mengangkat wajah, menatap Leo dengan mata yang berkaca-kaca "Aku sayang sama kamu, Leo. Tapi... (menghela napas) ada banyak hal yang harus kita pikirkan. Keluarga, keyakinan..." ucap Aurora Leo Menggenggam tangan Aurora menatap dalam mata indah wanita di depannya itu "Aku tidak memintamu untuk memilih sekarang. Aku hanya ingin tahu, apakah ada harapan untuk kita?" Aurora Membalas genggaman Leo " Harapan itu selalu ada, Leo. Selama kita berdua mau memperjuangkannya"ucap Aurora dengan senyum manis di bibirnya Leo ikut Tersenyum lega "Kalau begitu, aku akan terus berjuang. Bersama kamu" ucap Leo dan Aurora mengangguk.
All Rights Reserved
#23
bedakeyakinan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines