Perfect Mess

Perfect Mess

  • WpView
    LECTURAS 9,880
  • WpVote
    Votos 666
  • WpPart
    Partes 14
WpMetadataReadContenido adultoConcluida vie, ene 30, 2026
[Non-Baku] Mixed language [Indo - Eng] Gawin benci diatur, ketemu sama Joss yang perfeksionis. Joss yang sentimen sama isu LGBT, ketemu sama Gawin yang hobi nonton BL. Tinggal bareng di asrama kampus, berakhir kaya ikut survival show bagi mereka.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • One Night [JossGawin]
  • Laundry Services 3: Soft Cycle
  • Khun Wayar [JossGawin]
  • Driven by You
  • CROSSED OVER (JOSSXGAWIN) ✔️
  • Crimson Tide
  • 2. Sacred Vow [JossGawin]
  • The Prince's Scar [JossGawin]
  • 7 DAYS WITH YOU - JOSSGAWIN AU
  • JOSSGAWIN

[COMPLETED] Dia menggunting kemeja katun mahal yang kini kaku karena darah kering. Kain itu terbelah, memperlihatkan luka di sisi kiri perut Joss. Itu adalah luka tembak yang jelek, lubang hitam kebiruan yang dikelilingi oleh kulit yang memar dan masih mengeluarkan darah segar. Pemandangan itu membuat perut Gawin mual, tetapi ingatan samar saat merawat luka-luka kecil ibunya memberinya secercah ketenangan yang aneh. "Pelurunya... harus keluar," kata Joss, suaranya nyaris tidak terdengar. Gawin menelan ludah. "Saya bukan dokter." "Lakukan saja!" bentak Joss, matanya terbuka, berkilat karena demam dan amarah. Mengikuti instruksi bergambar dari sebuah buku panduan kecil di dalam kotak, Gawin mulai bekerja. Dia membersihkan luka itu dengan antiseptik. Setiap sentuhan kapas membuat tubuh Joss menegang, sebuah erangan tertahan keluar dari sela-sela giginya yang terkatup. Gawin bisa merasakan panas demam yang mulai menjalar dari kulit pria itu. Saat ujung pinset yang dingin menyentuh daging di dalam luka, Joss meraung tertahan di balik perban, tubuhnya melengkung di atas sofa. Gawin berkeringat dingin, matanya fokus, seluruh dunianya menyempit menjadi hanya pada luka menganga ini dan alat logam di tangannya. Pada saat itu, dinamika kekuasaan mereka telah terbalik sepenuhnya. Sang penguasa absolut kini tidak berdaya, hidupnya bergantung pada tangan gemetar dari properti miliknya. Dan sang properti, untuk pertama kalinya, memegang kendali.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido