Sacrifice For The Truth

Sacrifice For The Truth

  • WpView
    Reads 120
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 7, 2025
Bagaimana jadinya jika negara di penuhi oleh para penjilat penjilat rakus berkedok pemimpin, bersikap ramah tamah dengan eloknya di depan rakyat, padahal sejatinya mereka adalah penjilat negara yang haus akan kekuasaan. Arman, seorang staf keuangan di sebuah perusahaan pemerintah yang sedang membangun sebuah proyek , merasa curiga dengan angka angka yang keluar tidak sesuai kebutuhan proyek. Akankah, Arman. Bisa mengungkap semua kebenaran yang dia curigai?. Dan berseminya rasa cinta dengan salah satu putri dari pejabat tersebut.
All Rights Reserved
#955
kekuasaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Shadow in the Lab
  • Defiant [END]
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • Hello, Mr. Mafia!
  • SHEA SANG FIGURAN

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines