Syadiyah selalu merasakan hidupnya hambar. Sebagai pengawas, dia terbiasa dengan beban tugas, teguran disiplin, dan wajah-wajah pelajar yang perlu dia awasi. Hatinya penat, jiwanya kosong, seakan-akan tiada sesuatu yang mampu menghidupkan semangatnya.
Namun, segalanya berubah pada satu pagi yang tenang. Ketika sedang menjalankan amanah di makmal komputer, telinganya menangkap alunan suara yang begitu indah bacaan al-Quran yang dibaca dengan penuh tartil, lembut tetapi tegas, merdu tetapi menenangkan.
Setiap ayat yang bergema menembusi relung hatinya yang kosong. Setiap kalimah yang disebut bagaikan bisikan rahsia yang Allah kirimkan terus ke jiwanya.
Dia tidak tahu siapa pemilik suara itu. Hanya satu nama yang kelak dia temui-Hanif, seorang junior yang sedang berlatih untuk pertandingan tilawah.
Dan sejak saat itu, Syadiyah tahu, ada sesuatu yang sedang Allah aturkan. Sebuah rasa yang lahir bukan dari pandangan mata, tetapi dari bisikan suara yang menghidupkan *Qalbu.*
All Rights Reserved