We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Sepotong Ice Cream Untuk Hari Ini [On Going]

Sepotong Ice Cream Untuk Hari Ini [On Going]

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 24, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana ... rasanya jatuh cinta? Itu adalah pertanyaan yang selalu berputar di kepala Selena Akyana Djatiwibowo, gadis cantik dan manis yang kerap dipanggil Selena. Gadis yang bahkan tidak pernah merasakan apa itu cinta, kecuali cinta dari kedua orangtuanya. Maksudnya, ia suka bingung dengan hidupnya yang terlalu datar, tidak ada kisah romantis seperti kisah Dilan dan Milea, ataupun seperti kisah romantis yang ada didalam novel-novel fiksi yang selalu ia baca. Selena selalu bertanya-tanya mengapa ia tidak mempunyai seorang kekasih? Sampai akhirnya seorang laki-laki datang ke dalam hidupnya, Selena kembali berpikir 1000× untuk mempunyai seorang kekasih. . . . Start : 19 - Agustus - 2025 End : - Cerita ini murni dari imajinasi saya sendiri, jika ada kesamaan nama, tempat, dan waktu itu tidak di sengaja. Buat tukang plagiat, pergi jauh jauh, JANGAN plagiat! Jangan lupa follow, vote dan comment ya, terimakasih. Cover : Pinterest
All Rights Reserved
#559
patahhati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines