Rumah Langit | Jaemin NCT Dream

Rumah Langit | Jaemin NCT Dream

  • WpView
    Reads 1,463
  • WpVote
    Votes 100
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 7, 2026
Rumah itu bukan sekadar bangunan, melainkan ruang penuh cinta yang setiap sudut menyimpan kenangan dari suara keyboard Galaksi, tumpukan foto milik Raka, coretan cat air Rembulan, hingga tawa riang Langit yang memenuhi udara. Rumah itu menjadi saksi bagaimana mereka belajar berbagi, saling menjaga, dan tumbuh bersama meski berbeda karakter. Karena pada akhirnya rumah bukan soal tembok atau atap, tapi tentang siapa yang ada di dalamnya.
All Rights Reserved
#148
jiwoo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • About Us (End)
  • 19 Days
  • Determination ✔️
  • Makasih Keluarga Terbaik⋆˚𝜗𝜚˚⋆
  • Jatinangor & Cerita || NCT
  • Lee Family
  • Enam Panggung kehidupan
  • Tiga Rumah Enam Kepala
  • Abang & 5 Harapan⚠️
  • Love is a Sweet Pain [AU] | Renjun ✔

"Ekal..! Berhati main lempar-lempar bantal!" "Bukan gue, Ciel duluan tuh yang lempar!" "Bang, fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan." "Kak Asha, susu Jiel hilang..!" "Siapa yang patahin kuas gue?!" "Naka bang yang patahin." "Sorry bang, gak sengaja." "Gak bisa tenang apa sehari aja? Gue gak bisa fokus kalau kalian berisik terus." "Salahin si kembar, kakak udah pusing ngurus mereka seperti mengurus bayi. Padahal udah pada besar, tapi kelakuan masih kayak bocah-bocah SD. Terutama Ekal sama Ciel." "Kita lagi yang kena." "Capek deh." Bagaimana rasanya memiliki 7 adik laki-laki yang dimana 5 diantara terlalu hiperaktif? Bagi Vanilla, anak pertama dari 8 bersaudara dan satu-satunya anak perempuan di antara mereka, jawabannya adalah capek, lelah, dan pasrah. Memiliki satu adik saja sudah cukup melelahkan, apalagi 7 adik laki-laki yang penuh dengan sifat nakal, jahil, dan berisik. Di rumah keluarga Pradipta, tidak ada kata sunyi, sepi, dan tenang. Baik malam hari maupun siang hari, rumah mereka selalu dipenuhi dengan suara-suara dan kegiatan yang tidak pernah berhenti. Vanilla tidak bisa menggambarkan bagaimana suasana di rumahnya karena terlalu banyak hal yang terjadi, namun ada satu hal yang bisa ia katakan. Rumahnya terlalu hidup, sangat. Meskipun demikian, Vanilla tetap mencintai adik-adiknya dan berusaha untuk menjadi panutan yang baik bagi mereka. Ia hanya berharap bahwa adik-adiknya bisa tumbuh menjadi orang-orang yang baik, bertanggung jawab, dan bisa membuat rumah mereka menjadi tempat pulang yang akan selalu dirindukan dan dinanti-nantikan semua orang. SILAHKAN FOLLOW DULU SEBELUM BACA!

More details
WpActionLinkContent Guidelines