Di Bawah Teduhnya Ilmu

Di Bawah Teduhnya Ilmu

  • WpView
    LECTURAS 2
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, ago 19, 2025
Di tengah keresahan anak muda yang sering merasa jauh dari agama, aku dipertemukan dengan sosok yang berbeda: seorang lora dari Madura. Ia bukan hanya putra seorang kiai besar, melainkan pribadi yang mampu menyampaikan agama dengan bahasa sederhana-bahasa yang bisa kupahami, bahasa yang membuatku merasa dekat dengan Allah tanpa harus merasa digurui. Aku melihatnya bukan semata sebagai keturunan ulama, tapi sebagai manusia yang jujur dengan dirinya sendiri. Kadang ia lucu, kadang tampak terlalu percaya diri, namun selalu ada hikmah di balik setiap ucapannya. Dari caranya berdakwah, aku belajar bahwa agama bukanlah sesuatu yang jauh, berat, dan menakutkan. Ia mengajarkanku dengan cara yang ringan, namun dalam. Kekagumanku padanya bukan sekadar pada pribadi, melainkan pada ilmunya-ilmu yang menuntunku untuk memahami hidup dengan cara yang lebih benar. Namun, di balik semua itu, aku bertanya pada diriku sendiri: Apakah kekaguman ini hanya sebatas pada ilmunya? Atau diam-diam hatiku sedang diuji dengan rasa yang lebih dari sekadar kagum?
Todos los derechos reservados
#1
dakwahcinta
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ATMA FATAMORGANA
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?! (Hiatus)
  • MOTHER
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • Dua Langit Berbeda
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • Stealing My Husband
  • Unexpectedly Yours
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]

"Jadilah seperti lumut: ada, tapi tidak terlihat, dan kalau bisa jangan diinjak." Itulah moto hidup Sevanja Nandhira. Sebagai mahasiswi Seni Rupa di Universitas Brahmana yang isinya anak-anak sultan, Sevan lebih memilih menjadi "Cewek Suram" yang hobi begadang demi deadline gambar daripada harus bersosialisasi. Strateginya sederhana yaitu hindari keramaian, gunakan jalur tikus, dan tetap berada di luar Radius Seratus Meter dari orang-orang populer. Terutama dari Adiaksa Ranjaya Jasvanta. Aksa adalah segalanya yang Sevan hindari karena tinggi 185, bintang Ice Hockey, salah satu mahasiswa terkenal orang terkaya di kampus yang dijuluki Vanguard, dan memiliki aura "lampu sorot" yang menyilaukan. Bagi Sevan, Aksa adalah intimidasi visual dan gangguan dalam hidupnya. Lari cepat setiap kali melihat ujung jaket hoki Aksa adalah olahraga wajib. Namun, Sevan tidak tahu satu rahasia besar. Aksa bukan sekadar cowok populer yang iseng. Aksa adalah kolektor rahasia dari karya-karya digital anonim milik Sevan yang sangat emosional. Baginya, Sevan bukan sekadar "gadis berantakan" yang hobi kabur. Sevan adalah pelukis hantu yang selama ini ia kagumi karyanya. Kini, sang Forward tim hoki itu telah mengunci targetnya. Bukan di lapangan es, melainkan di lorong-lorong sempit fakultas seni. Dimulai dari satu krat susu coklat hingga aksi kejar-kejaran absurd yang bikin heboh satu kampus, Aksa bertekad menembus zona nyaman Sevan yang sekecil kotak pensil itu. Sanggupkah Sevan mempertahankan jaraknya, atau justru ia akan terjebak dalam pesona "Beruang" yang ternyata tidak se-polos kelihatannya? ~~~ DILARANG PLAGIAT (⁠ノ⁠`⁠Д⁠'⁠)⁠ノ⁠彡⁠┻⁠━⁠┻ pernah di unpublish karena di revisi. #01 teenfiction [ 20 Maret 2026] #01 absrud [ 20 Maret 2026] #01 gambar [ 20 Maret 2026] #01 fiksi [31 Maret 2026] #02 komedi [ 20 Maret 2026]

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido