her heart, rewritten

her heart, rewritten

  • WpView
    Reads 10,206
  • WpVote
    Votes 1,312
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 3, 2026
Nothing could guarantee your love would last forever. Not the gentle way he held you. Not the promise he gave you. Neither you nor he. Begitu naifnya Ketika dulu berpikir dunia akan baik-baik saja selagi suami ada di pinakmu. Semua menjadi tak penting Karena Kamu memegang salah satu kunci terbaik dunia, dukungan yang diberikan oleh suamimu. The world was never meant to work that way. Kamu bisa saja punya segepok cinta dan rasa kagum pada suami, and vice versa. Kamu bisa saja merasa tak ada yang kurang atau salah dengan cara kamu dan pasanganmu menjalani dunia. But the world doesn't revolve around just the two you---and stop pretending it does. Kamu berusaha mati-matian meyakinkan pada dunia bahwa kamu dan pasanganmu sudah cukup. Apapun yang terjadi, biarlah hanya karena dan untuk kalian berdua. Tapi di sana juga berdiri ibunya, ibumu, dunianya, dan duniamu. Sedikit-banyak, mereka merasa punya bagian untuk terlibat dalam cerita hidupmu. Mereka berhasil. Salah satu dari mereka berhasil terlibat terlalu dalam, menjadi bagian terbesar sebagai penyebal perpisahan. Dan ... Apa yang lebih menyulitkan untuk melanjutkan hidup dari perpisahan yang disebabkan bukan karena saling membenci? Screw this. Screw everything.
All Rights Reserved
#649
divorced
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status
  • Kembang Desa
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines