Aira anastasya dikenal sebagai gadis paling ceria di SMA pradipta. Ia aktif di klub seni, selalu tersenyum, dan jadi tempat curhat teman-temannya. Tapi tak ada yang tahu bahwa di balik senyum itu, ia menyimpan luka yang tak pernah sembuh-trauma kehilangan ibunya dalam kecelakaan yang terjadi saat ia masih kecil.
Setiap malam, aira menggambar sosok ibunya dalam buku sketsa rahasia. Ia tak pernah menunjukkan lukisan itu pada siapa pun. Ia takut terlihat lemah. Ia takut diingatkan bahwa senyumnya hanyalah topeng.
Hingga suatu hari, seorang murid pindahan bernama Kael Ardyan masuk ke kelasnya. Kael berbeda: pendiam, dingin, dan selalu duduk di pojok kelas. Rumor mengatakan ia pernah dikeluarkan dari sekolah sebelumnya karena insiden misterius. Tapi aira melihat sesuatu di matanya-kesedihan yang sama.
Kael awalnya menolak kedekatan aira. Tapi lewat klub seni, mereka mulai berbagi ruang dan cerita. Kael ternyata punya trauma sendiri: kehilangan adiknya dalam kebakaran rumah yang ia rasa tak bisa dicegah. Ia menyalahkan dirinya, sama seperti aira menyalahkan dirinya atas kematian sang ibu.
Hubungan mereka tumbuh perlahan, bukan lewat kata-kata manis, tapi lewat sketsa, tatapan, dan keheningan yang saling memahami. Bersama, mereka belajar bahwa luka tak harus disembunyikan, dan bahwa cinta bisa tumbuh di antara dua jiwa yang retak.
MAAF KALAU CERITA NYA MEMBINGUNGKAN DAN MEMBOSANKAN, SAYA BUAT HANYA GABUT YA MANTEMAN
SLAMET MEMBACA.....
Todos os Direitos Reservados