Adrian Mahendra

Adrian Mahendra

  • WpView
    Reads 134
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 8, 2025
Di setiap sekolah, selalu ada mereka yang terlihat bersinar-populer, penuh sorotan, dan seolah seluruh dunia berputar mengelilingi mereka. Dan ada juga yang nyaris tak terlihat, hanya berjalan di antara keramaian tanpa meninggalkan jejak. SMA Bintang Jaya bukan pengecualian. Adrian Mahendra-kapten voli, wajah tampan, aura badboy yang justru membuat semua orang ingin dekat. Ia punya segalanya: prestasi, popularitas, dan karisma yang sulit diabaikan. Di sisi lain, ada Anila Pramesti-biasa saja. Tidak menonjol, tidak buruk. Hanya seorang siswi yang menjalani hari-harinya seperti kebanyakan orang: belajar, pulang, mengerjakan PR, lalu tidur. Kehadirannya tidak pernah jadi pusat perhatian, bahkan kadang terlupakan. Dua dunia yang seharusnya tidak pernah bersinggungan. Namun, hidup selalu punya cara yang aneh. Sebuah langkah kecil, sebuah momen sepele... bisa jadi awal dari sesuatu yang tidak pernah mereka bayangkan. Dan begitulah-kisah mereka bermula.
All Rights Reserved
#99
voli
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • I'm Not Just a Figuran
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines