HIRAETH

HIRAETH

  • WpView
    Reads 295
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 21, 2026
Serona Saoirse Paradista tidak pernah menyangka dirinya akan terlibat scandal panas dengan seseorang yang sangat tersohor di kampusnya, Kian Arterus Nabastalla. Satu nama yang membuat hidupnya menjadi rumit, berawal dari postingan isengnya di media sosial-nya berujung menjadi urusan rumit dengan lelaki yang mengakui kalau dirinya adalah sahabat masa kecil serona. Disinilah kisah mereka dimulai. HIRAETH. Berarti kerinduan yang mendalam, sampai rasanya akan membunuhmu.
All Rights Reserved
#197
girl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Almost Married (END)
  • Chasing Sanara
  • The Villain's Mother
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • De Andere Weg (END)

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines