Setelah empat tahun menjalani perawatan di luar negeri, dirinya kembali. Namun yang ia temukan adalah kenyataan pahit: adik bungsu yang ia cintai, telah menjadi korban di rumahnya sendiri. Dulu ia akan marah hanya karena tubuh adiknya terluka, walau sedikit saja, namun sekarang? Tubuh itu penuh luka, sementara anak angkat keluarga mereka, akar dari semua masalah, leluasa merebut segala yang bukan haknya, hanya karena dukungan keluarganya. Dengan menyakiti adiknya, mereka telah melanggar janji mereka. Sekarang, dia akan membuat mereka menyesal. Dengan senyum manis yang menyimpan bahaya dan kata-kata lembut yang lebih tajam dari pisau, akan membersihkan rumahnya dari para pengkhianat. Dia akan mengajarkan satu pelajaran: Tidak ada yang boleh menyakiti adiknya. "Kau pikir bisa menggantikanku?" "Kau salah." "Setelah membuat adikku terluka, kau ingin kabur dan lolos begitu saja?" "Kau keliru." "Aku akan tunjukkan arti sesungguhnya dari balas dendam."
More details