Precious Family

Precious Family

  • WpView
    LECTURAS 19,570
  • WpVote
    Votos 2,493
  • WpPart
    Partes 19
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, sep 17, 2025
Brothership! Family story! Mark, Jeno, Chenle, Jisung. Saat hamil Jivan, bunda sakit-sakitan, ayah terpaksa mengambil keputusan besar yaitu membawa bunda ke Singapura untuk mendapatkan perawatan intensif selama kehamilan, membuat mereka terpaksa menitipkan Leon yang saat itu berusia satu tahun di rumah adik bunda yang tak kunjung punya anak setelah tujuh tahun menikah. Sedangkan dua kakaknya Mario dan Jesson di rawat oleh sang nenek. Awalnya mereka hanya akan meninggalkan anak-anaknya sampai Jivan lahir tapi ternyata kenyataan bahwa Jivan lahir dengan sistem imun lemah dan asma bawaan membuat mereka memutuskan tinggal di Singapura lebih lama hingga tak terasa 8 tahun berlalu, barulah saat Jivan dipastikan lebih sehat mereka membawa Jivan pulang tapi semua tak lagi sama. Ketiga anaknya tak bisa menerima kehadiran adik bungsu mereka begitu saja.
Todos los derechos reservados
#26
zongchenle
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido