1 Titipan 8 Pengasuh

1 Titipan 8 Pengasuh

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 21, 2025
WpInfo
Fanfic
NCT
Delapan gadis muda yang biasa hidup dengan kesibukan receh dan penuh canda, tiba-tiba harus menghadapi tantangan baru: mengasuh seorang bocah laki-laki berusia dua tahun yang super rewel. Setiap hari, bocah kecil itu dititipkan pada mereka sementara orang tuanya bekerja. Awalnya terlihat mudah-sekadar menemani, memberi makan, atau mengajak main. Tapi kenyataannya jauh lebih ribet. Tangisan tanpa henti, bahasa cadel yang susah dipahami, sampai tingkah absurd khas anak kecil bikin mereka pusing tujuh keliling. Ada momen ketika mereka hampir menyerah, merasa stres, bahkan sempat bertengkar satu sama lain. Namun, lewat semua kehebohan itu, mereka belajar bahwa merawat seorang anak bukan hanya soal sabar, tapi juga soal kasih sayang, kerja sama, dan tawa yang datang dari hal-hal sederhana. Dari bocah kecil itu, delapan gadis ini justru menemukan warna baru dalam keseharian mereka-antara kesal, gemas, dan sayang yang tumbuh pelan-pelan.
All Rights Reserved
#25
nangis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu [DITERBITKAN]
  • Blueprint Pelarian Villain [END]

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines