1 Titipan 8 Pengasuh

1 Titipan 8 Pengasuh

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 21, 2025
Delapan gadis muda yang biasa hidup dengan kesibukan receh dan penuh canda, tiba-tiba harus menghadapi tantangan baru: mengasuh seorang bocah laki-laki berusia dua tahun yang super rewel. Setiap hari, bocah kecil itu dititipkan pada mereka sementara orang tuanya bekerja. Awalnya terlihat mudah-sekadar menemani, memberi makan, atau mengajak main. Tapi kenyataannya jauh lebih ribet. Tangisan tanpa henti, bahasa cadel yang susah dipahami, sampai tingkah absurd khas anak kecil bikin mereka pusing tujuh keliling. Ada momen ketika mereka hampir menyerah, merasa stres, bahkan sempat bertengkar satu sama lain. Namun, lewat semua kehebohan itu, mereka belajar bahwa merawat seorang anak bukan hanya soal sabar, tapi juga soal kasih sayang, kerja sama, dan tawa yang datang dari hal-hal sederhana. Dari bocah kecil itu, delapan gadis ini justru menemukan warna baru dalam keseharian mereka-antara kesal, gemas, dan sayang yang tumbuh pelan-pelan.
All Rights Reserved
#30
pengasuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines