Kanvas Berdarah

Kanvas Berdarah

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 21, 2025
Menyedihkan. Menyakitkan. Aku sangatlah payah, lebih dari sekadar payah. Dunia seakan berhenti berputar. Waktu seolah menatapku dingin, menyuruhku berhenti bernapas, berhenti bermimpi, berhenti melukis. Hal yang kucintai, hal yang menjadi satu-satunya alasan aku bertahan kini berubah menjadi sebuah kutukan, penuh kesialan, penuh luka. Namun tanganku tetap gemetar, tetap mengoleskan jari pada luka yang menganga, membiarkan darahku merembes, lalu kuusap pada dinding yang dingin, putih, tak berdosa. Dinding itu kini berubah menjadi kanvas penderitaanku. Setiap goresan merah adalah seni bagiku yang menginginkan sebuah gambaran. Aku ingin berhenti. Tapi tubuhku tak mendengarkan. Tanganku terus menari dalam kegilaan, menulis penderitaan dengan tinta merah yang keluar dari nadiku sendiri. Hatiku sungguh tersayat, bagai ribuan pisau menusuk sekaligus ke lubuk terdalam jiwaku. Sakitnya tak bisa diterjemahkan oleh air mata, karena air mata telah lama mati di mataku. Yang mampu turun hanyalah darahku, darah yang menjadi saksi bisu dari hancurnya aku. Lukisan adalah gambar hidup.
All Rights Reserved
#223
kanvas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.

Zanuel Luca Korzh seorang anak bungsu dari keluarga terpandang di daerah kota ini. Namun, keistimewaannya membuat dirinya berbeda dari anggota keluarganya yang lain. Dia memang dingin, culun, cupu dan bau. Kalau keluarga besarnya mengatakan dia adalah keturunan yang gagal. Ia memiliki satu rahasia yang tidak pernah ada satupun keluarganya tahu, bahwa dirinya masih menyusu memakai dot bayi berwarna bening dengan puting silikon yang enak untuk di hisap baginya. Suatu hari semuanya mulai terkuak setelah cucu bungsu keluarganya itu mulai tinggal di rumahnya. Lantas apakah yang akan terjadi jika keluarganya tahu bahwa ia masih menyusu? Cover by Me with Ibis Paint

More details
WpActionLinkContent Guidelines