FORCED MARRIAGE
Dua individu yang sejak masa SMP terjerat dalam relasi antagonistik-bukan sekadar tidak akur, tetapi saling menghindari dengan intensitas emosi yang nyaris konstan-tiba-tiba dipaksa untuk berdiri dalam satu garis takdir yang sama ketika menginjak bangku SMA.
Stella, dengan persona yang terbangun dari kepercayaan diri tinggi yang kerap disalahartikan sebagai kesombongan, memandang Carmen sebagai representasi kekacauan sosial-terlalu ekspresif, terlalu berisik, dan, dalam perspektifnya, kurang memiliki sense of composure yang ia anggap esensial. Di sisi lain, Carmen melihat Stella sebagai figur yang dingin, kaku, dan menjengkelkan; seseorang yang seolah hidup dalam menara superioritasnya sendiri, jauh dari kehangatan manusiawi.
Namun, semesta-dengan mekanisme yang sering kali tidak rasional-mengintervensi. Sebuah perjodohan yang diinisiasi oleh kepentingan keluarga mempertemukan mereka bukan lagi sebagai dua individu yang bebas memilih jarak, melainkan sebagai dua kutub yang dipaksa untuk beresonansi dalam orbit yang sama.
Konflik yang semula bersifat reaktif berubah menjadi lebih kompleks: bukan hanya tentang kebencian lama, tetapi juga tentang resistensi terhadap takdir yang terasa dipaksakan. Setiap interaksi menjadi medan tarik-ulur antara ego, luka lama, dan realitas baru yang tidak bisa dihindari. Di tengah ketegangan itu, perlahan muncul pertanyaan yang lebih subtil-apakah antipati yang selama ini mereka rawat benar-benar murni, atau hanya bentuk lain dari ketidaksiapan memahami satu sama lain?
Sebuah dinamika yang dimulai dari aversi, kini bergerak menuju wilayah yang lebih ambigu-di mana batas antara benci dan kemungkinan lain menjadi semakin kabur.
DISCLAIMER!!
FxG
Stella dominan here
Carmen submisive.
BIJAK DALAM MEMBACA!