Senja Di Atap Sekolah [END]

Senja Di Atap Sekolah [END]

  • WpView
    مقروء 222
  • WpVote
    صوت 10
  • WpPart
    فصول 77
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: أحد, نوفـ ٩, ٢٠٢٥
WpInfo
روائيّة
عاطفيّة
sinopsis:menceritakan tentang raka dan nara dua orang remaja yang masih duduk di bangku sekolah yang mempunyai persaan satu sama lain ,mereka beruda saling menyukai tapi masih ragu akan perasaan mereka masing-masing sampai pada hari akhir mereka di sekolah di hari kelulusannya mereka berdua saling memberi surat yang hanya mereka yang tau isinya. cerita berlanjut beberapa tahun sejak mereka lulus angakatan mereka negadakan reuni dan di saat itulah mereka bertemu kembali dan saling menjelaskan jika masing-masing dari mereka belum pernah mumbuka apalagi membaca surat itu karena meski sudah bertahun-tahun mereka masih tetap ragu akan perasanya dan di momen itu saat reuni mereka memutuskan untuk membuka surat itu dan melihat isinya secara bersama. selengkapnya kalian bisa baca cerita berjudul "Senja Di Atap sekolah"sebuah cerita bergenre romance.
جميع الحقوق محفوظة
#213
aboutlife
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى